Pengembangan sistem masih bersifat ‘labour intensive activity’. Pengelolaan yang baik terhadap pengembangan suatu proyek sistem perlu dilakukan agar tidak terjadi kekacauan. Terdapat tiga aktivitas utama di dalam pengembangan proyek sistem, yaitu (i) perancangan proyek , (ii) pemantauan dan kontrol proyek dan (iii) penyelesaian dan maintanance. Daripada ketiga-tiga aktivitas tersebut, perancangan merupakan aktivitas pengelolaan yang utama. Tanpa perancangan yang sempurna, mungkin tidak akan terjadi aktivitas seperti pemantauan dan kontrol yang benar terhadap proyek. Banyak kegagalan proyek disebabkan kelemahan perancangan ini. Salah satu sebab perancangan kurang sempurna, dikarena sebagian pengembangan sistem masih beranggapan bahwa aktivitas utama pengembangan sistem adalah mendesain dan pemerograman. Ini menyebabkan banyak pengembang tergesa-gesa melaksanakan pengembangan sistem. Input kepada aktivitas perancangan adalah spesifikasi kebutuhan. Semua kebutuhan adalah penting diketahui untuk membuat framework proyek sistem. Output dari aktivitas perancangan adalah perancangan proyek (project plan). Terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan di dalam perancangan proyek sistem, yaitu: Anggaran biaya Penjadwalan dan milestones Personel plan SQA (jaminan kualitas sistem) Configuration management plans Project monitoring plans Risk Management
Munir, Dr. M.IT : Pengembangan Proyek Sistem 134
(a) Anggaran Biaya Yang paling penting dan sangat kritikal di dalam pengembangan sistem adalah menganggarkan biaya yang diperlukan. Untuk proyek pengembangan sistem, anggaran biaya yang terperinci dan tepat sangat diperlukan. Biaya proyek sistem biasanya disebabkan oleh: kebutuhan sistem, hardware, software dan sumber daya manusia. Sebagai dasar pengukuran anggaran biaya biasanya dinyatakan dalam person-months (PM) Masalah utama yang sering dihadapi dalam menganggarkan biaya adalah ketidakpastian. Hal ini disebabkan karena anggaran biaya tergantung kepada sebesar mana spesifikasi kebutuhan yang akan dibangunkan. Lain jika kebutuhan sistem tersebut ditentukan oleh konsumen (pengguna), sehingga bisa dianggarkan dengan tepat mengenai spesifikasi kebutuhan yang akan dikembangkan dan dari spesifikasi kebutuhan terbut bisa dianggarkan biaya yang diperlukan. Namun pada kenyataannya bahwa biaya pengembangan tidak dapat dianggarkan dengan tepat. Oleh karena itu di dalam menganggarkan biaya pengembangan sistem selalunya menggunakan grafik di bawah ini.
FeasibilityRequirementanalysisSystemDesignDetail DesignCoding andTestingAcceptedSoftware
Munir, Dr. M.IT : Pengembangan Proyek Sistem 135
Contoh Penganggaran Biaya berdasarkan MODEL COCOMO Constructive Cost Model (COCOMO) dikembangkan oleh Boe81 dan Boe84. Model ini menganggarkan jumlah biaya dengan istilah personal-month (PM. Langkah dasar penganggaran biaya, yaitu: Menentukan anggaran dasar dari suatu proyek pengembangan sistem. Rumus yang digunakan:
E1 = a*(KDLOC)b
E1 = Nilai anggaran awal
KDLOC = Kilo of delivered lines of source code a dan b = nilainya a dan b tergantung kepada jenis proyek, a(optimis), b(pesimis). Jenis proyek:
Organic (experience and less stringent, small team)
Embbedded (ambitious and novel; little experience and stringent)
Semidetached (fall between two types)
System
a
b
Organic
3.2
1.05
Semidetached
3.0
1.12
Embedded
2.8
1.20
Munir, Dr. M.IT : Pengembangan Proyek Sistem 136
Ukuran Poyek
Phase
Size
Small 2 KDLOC
Intermediate 8 KDLOC
Medium 32 KDLOC
Large 128 KDLOC
Product design
16
16
16
16
Detailed design
26
25
24
23
Code and unit test
42
40
38
36
Integration and test
16
19
22
25
Phase-wise distribution of effort (percentages for an organic software project)
Menentukan anggaran biaya secara keseluruhan
E = EAF * Ei E = Anggaran keseluruhan E1 = Anggaran awal EAF = Effort Adjustment Factor atau faktor-faktor yang mempengaruhi biaya. Contoh 01: (Jumlah biaya sudah diketahui)
Jika anggaran biaya (total effort) bagi suatu pengembangan sistem berjenis organik sebesar 20PM. Pengembangan sistem terdiri dari aktivitas data entry, data update, query dan report. Tentukanlah persentase anggaran biaya masing-masing langkah !
Aktivitas Menentukan Persentase Menentukan Biaya
Data entry 16 + (16-16)/(32-8) * 20 = 16% 16/100 * 20 = 3.2PM
Data update 25 + (24-25)/(32-8) * 20 = 24.2% 24.2/100 * 20 = 4.5PM
Query 40 + (38-40)/(32-8) * 20 = 38.3% 38.3/100 * 20 = 7.7PM
Report 19 + (22-19)/(32-8) * 20 = 21.5% 1.5/100 * 20 = 4.3PM












