BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembuatan perkiraan (estimasi) biaya dan usaha dalam sebuah proyek sangat penting, hal ini di gunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam membangun sebuah proyek. Estimasi proyek perangkat lunak berbeda dengan pembangunan proyek fisik, sebagai contohnya proyek pembangunan jembatan, gedung, dan lainnya. Dalam membuat perkiraan biaya dan usaha untuk proyek fisik dapat dilakukan dengan lebih realistis, hal ini karena semua komponen yang ada dalam proyek dapat diestimasi dengan perkiraan secara fisik pula, sedangkan dalam sebuah proyek perangkat lunak, estimasi biaya dan usaha relatif lebih sulit karena karakteristik-karakteristik yang ada sangat berkaitan dengan sifat alami perangkat lunak khususnya kompleksitas, abstrak dan sebagian besar lebih banyak dilakukan oleh manusia, porsi yang dapat dilakukan oleh mesin sangat sedikit. Dalam suatu proyek pengembangan perangkat lunak, perencanaan adalah proses perkiraan sumber daya manusia, waktu dan biaya. Proses ini juga mencakup penjadwalan setiap kegiatan yang akan dilakukan selama pelaksanaan proyek. Proses ini dilakukan untuk mencapai tujuan proyek secara efektif dan efisien. Pada Umumnya saat melakukan fase pembuatan perkiraan (estimasi) biaya dan usaha terdapat kesulitan untuk menentukan perkiraan biaya secara akurat, hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam menentukan parameter dan nilai parameter yang berkonstribusi terhadap perencanaan pengembangan perangkat Lunak. Untuk mengatasi kesulitan tersebut dibutuhkan suatu metode yang tepat. Terdapat beberapa cara untuk mengestimasi usaha yang dibutuhkan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak. Diantaranya ialah menggunakan metode COCOMO. Metode COCOMO adalah suatu metode yang memanfaatkan historical data dari proyek yang akan dikembangkan tersebut. 1.2 Rumusan Masalah Perumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut : 1.
Bagaimana Sejarah COCOMO? 2. Apa pengertian COCOMO? 3. Apa berapa Model COCOMO? 4. Bagaimana Implementasi dari Model COCOMO 5. Apa kelebihan dan kekurangan menggunakan COCOMO ? 1.3 Batasan Masalah Penulis membatasi ruang lingkup masalah yang akan dibahas agar memudahkan untuk memahami masalah , adapun batasan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Hanya membahas tentang sejarah dan pengertian COCOMO. 2. Hanya mejelaskan tentang Model COCOMO, Implementasi COCOMO serta kelebihan dan kekurangan COCOMO. 1.4 Tujuan Penulisan 1. Untuk memahami apa itu COCOMO dan bagaimana sejarahnya. 2. Untuk mengetahui Model COCOMO dan Implementasinya. 3. Untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan COCOMO. BAB II PEMBAHASAN 2.1 SEJARAH SINGKAT COCOMO COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 oleh Barry Boehm dalam Book Ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Pada tahun 1990, muncul suatu model estimasi baru yang disebut dengan COCOMO II. Secara umum referensi COCOMO sebelum 1995 merujuk pada original COCOMO model yaitu COCOMO 81, kemudian setelah itu merujuk pada COCOMO II. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. COCOMO II adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81. 2.2 PENGERTIAN COCOMO COCOMO merupakan singkatan dari Constructive Cost Model yaitu algortima model estimasi biaya perangkat lunak yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Barry Boehm. COCOMO merupakan sebuah model – model untuk memperkirakan usaha, biaya dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Tidak seperti model estimasi biaya yang lain, COCOMO adalah model terbuka, sehingga semua detail dipublikasikan, termasuk : • Dasar persamaan perkiraan biaya • Setiap asumsi yang dibuat dalam model • Setiap definisi • Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit Perhitungan paling fundamental dalam COCOMO model adalah penggunaan Effort Equation (Persamaan Usaha) untuk mengestimasi jumlah dari Person-Months yang dibutuhkan untuk pengembangan proyek. COCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki semakin rinci dan akurat. Tingkat pertama, Basic COCOMO adalah baik untuk cepat, order awal, kasar estimasi besarnya biaya perangkat lunak, namun akurasinya terbatas karena kurangnya faktor untuk memperhitungkan perbedaan atribut proyek (Cost Drivers). Intermediate COCOMO mengambil Driver Biaya ini diperhitungkan dan Rincian tambahan COCOMO account untuk pengaruh fase proyek individu. 2.3 MODEL COCOMO Barry Boehm memperkenalkan hirarki model estimasi Perangkat Lunak dengan nama COCOMO, kependekatan dari COnstructive COst Model (Model Biaya Konstruktif). Hirarki model Boehm berbentuk sebagai berikut : 1. COCOMO Dasar (COCOMO I 1981) Model COCOMO Dasar menghitung usaha pengembangan perangkat lunak (dan biaya) sebagai fungsi dari ukuran prgram yang diekspresikan dalam baris kode yang diestimasi (KLOC). Pengenalan COCOMO ini diawali di akhir tahun 70-an. Sang pelopor, Boehm, melakukan riset dengan mengambil kasus dari 63 proyek perangkat lunak untuk membuat model matematisnya. Persamaan COCOMO Dasar berbentuk : Dimana : E = usaha yang diaplikasikan dalam person-month, D = waktu pengembangan dalam bulan kronologis KLOC = jumlah baris penyampaian kode yang diperkirakan untuk proyek. Koefisien ab dan cb dan eksponen bb dan db ada pada tabel berikut : Tabel 2.1. Model COCOMO Dasar Proyek PL ab bb cb db organik 2.4 1.05 2.5 0.38 semi-detached 3.0 1.12 2.5 0.35 embedded 3.6 1.20 2.5 0.32 2. COCOMO Intermediate (COCOMO II 1999) Model COCOMO Intermediate menghitung dari besarnya program dan “cost drivers” (faktor-faktor yang berpengaruh langsung kepada proyek), seperti : perangkat keras, personal, dan atribut-atribut proyek lainnya. Selain itu pada jenis ini, COCOMO mempergunakan data-data historis dari proyek-proyek yang pernah menggunakan COCOMO I, dan terdaftar pengelolaan proyeknya dalam COCOMO database yang dijabarkan dalam kategori dan sub-kategori sebagai berikut : a. Atribut produk (product attributes) : • Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY) • Ukuran basis data aplikasi (DATA) • Kompleksitas produk (CPLX) b. Atribut perangkat keras (computer attributes) • Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME) • Memori yang dipakai (STOR) • Kecepatan mesin virtual (VIRT) • Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN) c. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes) • Kemampuan analisis (ACAP) • Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP) • Pengalaman membuat aplikasi (AEXP) • Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP) • Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP) d. Atribut proyek (project attributes) • Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP) • Penggunaan perangkat lunak (TOOL) • Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED) Persamaan Model COCOMO Intermediate berbentuk : Dimana : E = usaha dalam satuan person-month KLOC = jumlah baris penyampaian kode yang diperkirakan untuk proyek. EAF = faktor hasil perhitungan dari subkategori Koefisien ai dan eksponen bi ada pada tabel berikut : Tabel 2.2. Model COCOMO Intermediate Proyek PL ai bi Organik 3.2 1.05 semi-detached 3.0 1.12 Embedded 2.8 1.20 3. Detailed COCOMO / Advance COCOMO Detailed COCOMO atau Advance COCOMO merupakan penggabungan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian dampak cost driver di setiap langkah (analisis, desain, dll) dari proses rekayasa perangkat lunak. Model rinci kegunaan yang berbeda merupakan upaya pengali untuk setiap driver biaya atribut. Tahap ini untuk menentukan jumlah usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tahap. Pada Detailed COCOMO, upaya dihitung sebagai fungsi dari ukuran program dan satu set driver biaya yang diberikan sesuai dengan tiap tahap siklus hidup rekayasa perangkat lunak. Fase yang digunakan dalam COCOMO rinci perencanaan kebutuhan dan perancangan perangkat lunak, perancangan detil, kode dan menguji unit, dan pengujian integrasi. Model COCOMO dapat ditetapkan dalam tiga tingkatan kelas, yaitu: 1. Proyek organik (organic mode) Proyek organik (organic mode) adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel. Misalnya program analisis termal yang dikembangkan untuk kelompok transfer panas. 2. Proyek sedang (semi-detached mode) Proyek sedang (semi-detached mode) merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda. Misalnya sistem pemrosesan transaksi dengan syarat tertentu untuk perangkat keras terminal dan perangkat lunak database. 3. Proyek terintegrasi (embedded mode) Proyek terintegrasi (embedded mode) yaitu proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat. Misalnya perangkat lunak kontrol penerbangan untuk pesawat udara. 2.4 PENGGUNAAN MODEL COCOMO Adapun langkah-langkah untuk menghitung estimasi dengan menggunakan Basic COCOMO adalah: 1. Menghitung estimasi informasi nilai total domain. Menghitung estimasi informasi nilai total domain, yaitu informasi mengenai karakter spesifik perangkat lunak yang akan dihasilkan. 2. Menyesuaikan kompleksitas proyek berdasarkan faktor pemberat dan "cost drivers" (∑ Fij ), kemudian menghitung estimasi jumlah titik fungsi (Function Points). FP = nilai total domain * [0.65 + 0.01 * ∑ Fij] 3. Menghitung estimasi LOC (Line of Code). Tekniknya dasarnya sama dengan yang digunakan dalam perhitunga PERT (three points estimation), dengan cara: EV = (Sopt + 4 Sm + Spess) / 6 dimana: EV berarti Estimated Value. Atau menghitung KLOC/ FP (dari tabel hasil riset) berdasar pada bahasa pemrograman yang digunakan dalam implementasi proyek perangkat lunak. 4. Memilih kompleksitas proyek (menentukan C dan M), dari organic, embedded atau semi-detached model. 5. Menghitung E = effort dan D = duration, dengan demikian akan menghasilkan estimasi usaha, biaya dan waktu. 6. Menghitung nilai domain Untuk menghitung karakter spesifik produk perangkat lunak yang akan dihasilkan, digunakan analisis domain sebagai berikut: Informasi nilai domain (Simple Average Complex) Jumlah Jumlah input pemakai 3 4 6 * = Jumlah output pemakai 4 5 7 * = Jumlah inquiry pemakai 3 4 6 * = Jumlah file 7 10 15 * = Jumlah eksternal interface 5 7 10 * = + Count total Keterangan: - Input pemakai : setiap input data dari user yang dipakai untuk menjalankan aplikasi. - Output pemakai : setiap hasil output dari proses yang ditampilkan kepada user. - Inquiry pemakai : setiap on-line input yang menghasilkan responsi software secara langsung. - Jumlah file : setiap master file yang menjadi bagian dari aplikasi. - Eksternal interface : setiap interface (sarana) eksternal yang menyalurkan informasi dari sistem satu ke sistem lainnya. 7. Menghitung faktor pemberat ("cost drivers") Ada 14 faktor pemberat yang diperhitungkan, dengan masing-masing berbobot dari 0 sampai dengan 5, bergantung pada kebutuhan sebuah produk perangkat lunak terhadap masing-masing faktor tersebut, dengan urutan: (No Influence = tidak berpengaruh, Incidental = terkadang dibutuhkan, Moderate = dibutuhkan kurang dari rata-rata, Average = rata-rata dibutuhkan, Significant = dibutuhkan namun tidak harus, Essential = harus terimplementasi). Ke-14 faktor pemberat yang dimaksudkan adalah: 0 1 2 3 4 5 1. Backup dan recovery 2. Komunikasi data 3. Proses terdistribusi 4. Kepentingan performa 5. Keberadaan lingkungan operasi 6. Online data entry 7. Input melalui beberapa tampilan / operasi 8. Peng-update-an file master secara online 9. Kompleksitas nilai 'domain' (tahap1) diatas 10. Kompleksitas proses internal aplikasi 11. Perulangan (reuse) penggunaan code 12. Ketersediaan rancangan untuk konversi dan instalasi 13. Rancangan untuk pengulangan instalasi di lingkungan yang berbeda. 14. Fleksibilitas bagi pemakai. 8. Estimasi LOC Langkah berikutnya dalam proses estimasi COCOMO adalah menghitung jumlah Line of Code (LOC). Diawali oleh penelitian Boehm, muncul kemudian estimasi jumlah LOC untuk berbagai bahasa pemrograman yang digunakan dalam implementasi proyek perangkat lunak. Estimasi ini tidak bersifat mutlak, karena perhitungannya didapatkan dari data-data historis berbagai proyek perangkat lunak, dan diambil nilai rata-ratanya dengan menggunakan teknik PERT. Data-data ini bersifat statistis dengan mengandalkan kekuatan distribusi rata-rata (mean distribution). Tabel LOC/FP untuk berbagai jenis bahasa pemrograman dapat dilihat di bawah ini: Programming Language LOC/FP (rata-rata) Bahasa Assembly 320 C 128 COBOL 105 Fortran 105 Pascal 90 Ada 70 Bahasa Berorientasi Obyek 30 Bahasa Generasi Keempat (4GLs), yaitu bahasa yang digunakan spesifik untuk suatu tools, biasa untuk aplikasi database, contoh: PL/SQL dalam Oracle. 20 Generator Kode 15 Spreadsheets 6 Desain Grafis (icons) 4 Jumlah LOC/FP ini harus diubah ke KLOC/FP (Kilo LOC) dalam perhitungan, dengan membaginya dengan 1000 (sesuai dengan satuan dari hasil riset Boehm). Pada akhir perhitungan tahap ini akan dihasilkan size, yaitu jumlah baris kode dalam satuan KLOC. Tahap selanjutnya adalah menggunakan KLOC yang dihasilkan disini untuk mengestimasikan: usaha (effort), waktu (duration), dan jumlah pekerja yang dibutuhkan dalam proyek (FTE). 2.5 PENGEMBANGAN APLIKASI PERKIRAAN BIAYA PROYEK IT DENGAN MENGGUNAKAN METODE COCOMO 1.COCOMO BASIC Rumus COCOMO Basic E = a*(KLOC)^b keterangan : E = effort / usaha dalam satuan orang bulan KLOC = kilo line of code / estimasi jumlah baris kode dalam ribuan D = c*E^d keterangan : D = duration / waktu pengerjaan dalam bulan E = effort / usaha dalam satuan orang-bulan P = E/D keterangan : P = person / jumlah orang yang dibutuhkan E = effort / usaha dalam satuan orang-bulan D = duration / waktu pengerjaan dalam bulan Tabel Pengembangan perangkat lunak COCOMO Proyek Perangkat Lunak EAF a b c d organic 1,6116399 2,4 1,05 2,5 0,38 semi-detached 1,34274327 3 1,12 2,5 0,35 embedded 1,17091054 3,6 1,2 2,5 0,32 KLOC dalam proyek ini adalah sebesar 7,2 Pengujian dengan COCOMO Basic 1. Hitung besarnya effort Organic : semi-detached : embedded : E = a*(KLOC)^b E = a*(KLOC)^b E = a*(KLOC)^b E = 2,4*7,2^1,05 E = 3*7,2^1,12 E = 3,6*7,2^1,2 E = 19,0726203 E = 27,373709 E = 38,46817 2. Hitung besarnya Duration Organic : semi-detached : embedded : D = c*E^d D = c*E^d D = c*E^d D = 2,5*19,07262^0,38 D = 2,5*27,37371^0,35 D = 2,5*38,461673^0,32 D = 7,664713864 D = 7,961717916 D = 8,0384532 3. Hitung jumlah orang yang dibutuhkan Organic : semi-detached : embedded : P = E/D P = E/D P = E/D P = 19,07262/7,6647138 P = 27,37371/7,9617179 P = 38,4681673/8,038453198 P = 2,488366903 P = 3,438166 P = 4,78552 Tabel Hasil perhitungan lengkap Basic COCOMO Basic COCOMO E (orang-bulan) D (bulan) P (orang) organic 19,073 7,664713864 2,488366903 semi-detached 27,374 7,961717916 3,438166182 embedded 38,468 8,038453198 4,785518604 2.COCOMO Intermediate Rumus COCOMO Intermediate E = EAF * a * (KLOC)^b keterangan : E = effort / usaha dalam satuan orang-bulan KLOC = kilo line of code / estimasi jumlah baris kode dalam ribuan EAF = faktor hasil perhitungan dari subkategori D = c*E^d keterangan : D = duration / waktu pengerjaan dalam bulan E = effort / usaha dalam satuan orang-bulan P = E/D keterangan : P = person / jumlah orang yang dibutuhkan E = effort / usaha dalam satuan orang bulan D = duration / waktu pengerjaan dalam bulan Tabel Pengembangan perangkat lunak COCOMO Proyek Perangkat Lunak EAF a b c d organic 1,6116399 2,4 1,05 2,5 0,38 semi-detached 1,34274327 3 1,12 2,5 0,35 embedded 1,17091054 3,6 1,2 2,5 0,32 KLOC dalam proyek ini adalah sebesar 7,2 Pengujian dengan COCOMO Intermediate 1. Hitung besarnya effort Organic : E = EAF*a*(KLOC)^b E = 1,6116399*2,4*7,2^1,05 E = 30,73819588 Semi- detached: E = EAF*a*(KLOC)^b E = 1,342743273*3*7,2^1,12 E = 36,75586401 embedded : E = EAF*a*(KLOC)^b E = 1,170910539*3,6*7,2^1,2 E = 45,04278254 2. Hitung besarnya Duration Organic : D = c*E^d D = 2,5*30,7381958792957^0,38 D = 9,188778668 semi-detached : D = c*E^d D = 2,5*36,7558640066241^0,35 D = #VALUE! embedded : D = c*E^d D = 2,5*45,0427825426438^0,32 D = 8,454736488 3. Hitung jumlah orang yang dibutuhkan Organic : P = E/D P = 30,7381958792957/9,18877866818956 P = 3,345188407 semi-detached : P = E/D P = 36,7558640066241/8,82682123779102 P = #VALUE! embedded : P = E/D P = 45,0427825426438/8,4547364882725 P = 5,327520569 Hasil perhitungan lengkap Intermediate COCOMO Intermediate COCOMO E (orang-bulan) D (bulan) P (orang) organic 30,73819588 9,18877867 3,345188407 semi-detached 36,75586401 #VALUE! #VALUE! embedded 45,04278254 8,45473649 5,327520569 Kesimpulan : 1. Dengan metode COCOMO kita dapat mengetahui Anggaran keseluruhan proyek, Waktu pengerjaan proyek, dan Jumlah orang untuk mengerjakan proyek. 2. Metode COCOMO memiliki 3 model yaitu COCOMO Basic, COCOMO Intermediate, dan COCOMO Advance. 3. COCOMO Basic dan COCOMO Intermediate memiliki perbedaan dimana pada COCOMO Intermediate untuk mencari Effort diperlukan EAF. 45,04278254 8,454736488 5,327520569 2.6 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN COCOMO Kelebihan-kelebihan COCOMO, diantaranya : - Data aktual "backfitted" dari banyak program real dapat menyediakan satu set COCOMO yang konstan dan faktor penyesuaian yang cocok terhadap suatu organisasi yang baik. - merupakan suatu proses yang dapat berulang. - metoda mengijinkan jika ada tambahan dari faktor penyesuaian yang unik yang berhubungan dengan suatu organisasi. - metode ini cukup serbaguna untuk mendukung "mode dan tingkatan" berbeda. - bekerja baik pada proyek-proyek yang tidak secara dramatis berbeda dalam ukuran, kompleksitas, atau proses. - kalibrasi sangat tinggi, berdasar pada pengalaman sebelumnya. - metode ini terdokumentasi secara menyeluruh. Kekurangan COCOMO, yaitu : - mengabaikan kebutuhan volatility (organisasi bisa menambahkannya sebagai faktor penyesuaian ekstra dalam menghitung EAF). - mengabaikan dokumentasi dan kebutuhan yang lain. - mengabaikan atribut keahlian pelanggan, kerjasama, pengetahuan, dan responsifitas. - menyederhanakan secara berlebihan dampak dari isu keamanan. - mengabaikan isu keselamatan perangkat lunak. - mengabaikan lingkungan pengembangan software itu. - mengabaikan level perubahan personil. - mengabaikan banyak isu perangkat keras. - semua level tergantung pada estimasi ukuran - ketelitian ukuran mengendalikan keakuratan usaha, waktu pengembangan, susunan kepegawaian, dan perkiraan produktivitas. - penilaian yang didasarkan pengalaman mungkin mempunyai cacat oleh karena keusangan dari data historis yang digunakan atau karena memori penaksir dari proyek yang yang lampau mempunyai cacat. - tergantung pada pengetahuan dari pengarah biaya dan/atau jumlah waktu digunakan pada setiap tahap. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 1. COCOMO merupakan singkatan dari Constructive Cost Model yaitu algortima model estimasi biaya perangkat lunak yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Barry Boehm. COCOMO merupakan sebuah model – model untuk memperkirakan usaha, biaya dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. 2. Ada tiga model COCOMO, yaitu : COCOMO Dasar (COCOMO I 1981), COCOMO Intermediate (COCOMO II 1999) dan Detailed COCOMO / Advance COCOMO. 3. Model COCOMO dapat ditetapkan dalam tiga tingkatan kelas, yaitu: Proyek organik (organic mode), Proyek sedang (semi-detached mode) dan Proyek terintegrasi (embedded mode). 4. Beberapa kelebihan COCOMO, diantaranya : - Data aktual "backfitted" dari banyak program real dapat menyediakan satu set COCOMO yang konstan dan faktor penyesuaian yang cocok terhadap suatu organisasi yang baik. - merupakan suatu proses yang dapat berulang. - metoda mengijinkan jika ada tambahan dari faktor penyesuaian yang unik yang berhubungan dengan suatu organisasi. 5. Beberapa kekurangan COCOMO, diantaranya : - mengabaikan kebutuhan volatility (organisasi bisa menambahkannya sebagai faktor penyesuaian ekstra dalam menghitung EAF). - mengabaikan dokumentasi dan kebutuhan yang lain. - mengabaikan atribut keahlian pelanggan, kerjasama, pengetahuan, dan responsifitas. 3.2 Saran Apabila adanya kekurangan atau kesilapan dalam makalah ini, penulis mohon masukan dari pembaca untuk membenahi kekurangan penulis di masa yang akan datang. DAFTAR PUSTAKA 1. http://www.scribd.com/doc/49646935/COCOMO. Diakses pada 27 Desember 2013 pukul 11.00 2. http://journal.mercubuana.ac.id/data/BAB%205.doc. Diakses pada 27 Desember 2013 pukul 11.00 3. http://rpl07.wordpress.com/2007/06/20/cocomo-constructive-cost-model-oleh-dommy-5105-100-163/. Diakses pada 27 Desember 2013 pukul 11.00 4. http://haryanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/16702/COCOMO.ppt. Diakses pada 17 April 2013 pukul 08.00 5. http://yayuk05.wordpress.com/2007/11/09/constructive-cost-model-cocomo/. Diakses pada 28 Desember 2013 pukul 13.00. 6. http://majour.maranatha.edu/index.php/Jurnal-MKM/article/view/723. Diakses pada 17 April 2013 pukul 10.00





0 comments:
Post a Comment